3:32 pm - Monday July 23, 1855

100 Orang Hadiri ‘Berantas Buta Huruf al-Quran’ di Pulau Kera

Satu kemarin,  (06/04/2013)  berlangsung acara belajar al-Qur’an dengan metode Rosyida, cara cepat baca al-Qur’an dengan mengenalkan huruf hijaiyah dipadukan menjadi kata-kata dalam bahasa Indonesia.
Hadir dalam pemberi materi yaitu Ustad Qoid Surawan, penulis Metode Rosyida dari Temanggung Jawa Tengah.

Sebelum memberi materi metode Rosyida, Qoid menjelaskan pentingnya mempelajari al-Qur’an. Sebagaimana Allah Subhanahu Wata’ala menganjurkan di dalam al-Qur’an pada Surat al-Fatir ayat 29.
Pesan Allah dalam surat tersebut yaitu ketika kita ingin sukses di dunia dan di akherat ada tiga syarat yaitu, yang pertama mengaji al- Qur’an, kedua sholat lima waktu, ketiga menshadaqahkan sebagian harta di jalan Allah Subhanahu Wata’ala.  Tidak akan pernah rugi orang yang mengamalkan pesan Allah Subhanahu Wata’ala bahkan bonus yang diberikan oleh Allah akan bertambah-tambah.
Qoid menambahkan, al- Qur’an itu sangat mudah untuk dipelajari, ini sesuai dengan janji Allah Subhanahu Wata’ala di dalam al- Qur’an “Dan Sesungguhnya telah kami mudahkan al-Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran (Q.S. al- Qomar 54 : 17)
“Al Qur’an itu sangat mudah untuk dipelajari itu pasti janji Allah Subhanahu Wata’ala, “ ujar Qoid.

“Dalam menapaktilainisi kehidupan ini, harus ada kompas, peta, atau mercusuar yang harus kita ikuti sehingga tujuan hidup kita tidak salah arah. Maka hidup ini semestinya berpijak pada tuntunan hidup yaitu al- Qur’an dan sunah, agar selamat dunia dan akherat,” ujarnya.

Hadir dalam memberikan sambutan kegiatan yaitu Ustad Ramli, Pengurus Dewan Da’wah Islamiyah Profinsi NTT. Ia menghimbau kepada peserta yang hadir pada acara tersebut agar memperhatikan dengan serius, karena setiap penyajian materi yang disampaikan sangat menarik dan mudah dimengerti.
“Belajar al- Qur’an memang butuh proses, para hadirin pada kesempatan kali ini akan diajarkan cara cepat membaca al- Qur’an dengan metode Rosyida, semoga dengan metode ini hadirin bisa membaca al- Quran dengan baik dan benar,” tambahnya.

Kegiatan dilanjutkan Ahad ba’da sholat subuh (07/04/2013), dengan pemateri yang berbeda yaitu tausiah singkat yang disampaikan oleh Syafullah Zain, putra daerah NTT alumni Universitas Islam Madinah.
Ia berpesan kepada para hadirin agar memanfaatkan segala potensi yang diberikan Allah lewat membaca dan mentadaburi al- Qur’an.
“Coba kita perhatikan nama dan sifat Allah  yaitu kata Ar-Rahman dan Ar-Rahim. Kata Ar-Rahman untuk semua makhluk, baik untuk orang beriman maupun untuk orang kafir itu hanya diberi di dunia saja, sedangkan kata Ar-rahim itu hanya untuk orang beriman yang diberikan Allah kepada orang beriman baik di dunia maupun di akherat.”

Acara hasil kerjasama Pimpinan Daerah Hidayatullah Kota Kupang dan Dewan Da’wah Islam Indonesia Profinsi NTT, diikuti 100-an orang mulai dari anak-anak sampai orangtua.*/Usman Aidil Wandan, NTT 

Sumber

Komentar

Komentar

Bagikan artikel ini ke : Artikel Yang Mungkin Berkaitan :
Filed in: Kabar