3:39 pm - Tuesday October 16, 2018

Alfanous, Mesin Telusur Ayat Al-Quran yang Canggih dan Modern

Alfanous, Mesin Telusur Ayat Al-Quran yang Canggih dan Modern

 

Mungkin tidak terlalu berlebihan jika saya katakan demikian, dengan fiturnya yang lengkap dan terus disempurnakan ia akan menjadi jawara dalam persaingan serach engine Al-Quran. Desain dan Interfacenya berbeda dengan Zekr dan Othman yang terlalu sederhana dan sedikit fitur pelengkapnya.

Alfanous adalah mesin pencari Al-Quran yang bisa digunakan pada system operasi Linux dan Windows, sangat bagus dan menyediakan fitur-fitur yang lengkap, layanan pencarian yang beragam, serta memiliki stabilitas tinggi dan pencarian dengan kecepatan tinggi, sehingga mestinya setiap orang islam memiliki dan menggunakan aplikasi ini.

Semoga saja proyek mengagumkan ini tidak akan bernasib seperti imhalal, search engine yang gulung tikar gara-gara tidak mampu menanggung beban biaya operasional yang semakin meningkat, dan diperparah ketika para investor dan pemilik modal hanya mampu mengeluarkan uang mereka di tempat-tempat yang basah alias menghasilkan banyak uang seperti real estate.  

Mengenal Assem Chelli (Baca : Ashim Syally), founder dan developer Alfanous

Assem Chelli (Baca : Ashim Syally) lahir di Jijel, Algeria tahun 1988, belajar menjadi enginer di Sekolah Tinggi Nasional Ilmu komputer-Algeria dan Alfanous adalah proyek untuk kelulusannya yang mulai dikerjakan awal September 2009 dan sampai ia lulus tahun 2010, proyek tersebut masih ia lanjutkan.

Setelah lulus, ia memasukkan proyeknya ini ke situs sourceforge.net, situs yang menjadi tempat bagi Open Source applications and software directory sambil melakukan perbaikan-perbaikan yang perlu.

Lalu tentang pemilihan nama “alfanous” untuk search engine ini, assem menyebutkan bahwa awalnya ia mencoba untuk mencari nama binatang untuk nama software ini, sebuah binatang yang cocok dijadikan sebagai simbol untuk software Al-Quran Search engine. Lantas ia menemukan sebuah nama, yaitu ‘Ankaboot (laba-laba), namun kemudian ia berpikir nama ini asing di telinga orang, begitu juga di telinganya. Akhirnya, ia menemukan gambar sebuah lentera, mushaf, dan jam pada google.

Dan akhirnya ia memilih lentera (bahasa arab : Alfanous) sebagai nama untuk Al-Quran Search Engine. Dan sekarang, jika anda pengguna linux muslim edition, sabily anda bisa melihat software ini disana. Assem pernah diwawancarai oleh onislam.net dan artikelnya dimuat di situs itu dengan judul “Jazairi yuthlaqu muharrik batsun syailun lil quran” yang bisa anda baca disini

Alfanous dulu dan sekarang

Pertama kali mengenal Alfanous di Sabily saya langsung ngeksplor aplikasi ini, cukup bagus namun terasa sekali tampilannya terlalu ramai, dan banyak menu di sebelah kiri dan kanannya, pengen nulis tentang alfanous gak jadi gara-gara tampilannya kurang cool seperti itu. Dan beberapa waktu yang lalu saya kunjungi lagi alfanous, dan saya hanya bisa mengatakan “Masya Allah, jamiil jiddan”, tampilan sekarang lebih rapi, simple dan sederhana dan mirip google. Dan memang sejak Json output service ditambahkan ke dalam web alfanous pada tanggal 26 Juli lalu design dan interface webnya berubah fantastis. Berikut ini screenshort dari Alfanous dulu Dan inilah screenshort dari Alfanous sekarang