4:37 am - Monday September 24, 2018

Mantan Rektor IIQ: Pendidikan Al-Qur’an Harus Lebih Diperhatikan

Mantan Rektor IIQ: Pendidikan Al-Qur’an Harus Lebih Diperhatikan

Mantan Rektor IIQ: Pendidikan Al-Qur’an Harus Lebih Diperhatikan

Mantan Rektor IIQ: Pendidikan Al-Qur’an Harus Lebih Diperhatikan

Kehadiran lembaga tahfidz al-Qur’an sudah menjadi budaya di Indonesia dewasa ini. Pakar ilmu al-Qur’an Indonesia, Prof Ahsin Sakho Muhammad meyakini bahwa menjadi penghafal al-Qur’an akan  meningkatkan kecerdasan.

“Semua energinya, semua waktunya, semua dicurahkan untuk menghafal al-Qur’an. Jadi kalau berbicara masalah itu, kita ya serahkan pada Allah saja lah. Jadi menciptakan kecerdasan spiritual, kecerdasan intelektual, dan kecerdasan emosional”, ujar mantan rektor Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ), Jakarta itu baru-baru ini.

Untuk mengapresiasi para huffadz (penghafal al-Qur’an), Ahsin berharap agar pemerintah memberikan beasiswa terhadap mereka.

“Jadi, untuk kelanjutannya itu perlu ada penyaluran-penyaluran. Anak-anak yang hafal al-Qur’an perlu diprioritaskan mendapatkan beasiswa,” jelasnya saat ditemui di Gedung Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dengan diberikannya beasiswa tersebut, Ahsin juga berharap agar kelak Indonesia melahirkan para huffadz dalam segala bidang.

“Mereka yang sudah hafal al-Quran kita harapkan ada yang bisa membantu untuk memberikan beasiswa. Termasuk ke mana saja. Fakultas agama ataupun fakultas umum.

Kita percaya bahwa mereka yang hafal al-Qur’an menjadi dokter-dokter yang bagus, jadi insinyur yang bagus, jadi pilot, pilot yang bagus. Apa sajalah, itu terbuka saja. Tidak mesti orang yang hafal al-Qur’an menekuni dalam bidang agama saja,” ujar Dewan Penasihat Pondok Pesantren Dar Al Tauhid, Kabupaten Cirebon ini.

Selain itu, ia menyayangkan belum ada perkuliahan di Indonesia yang secara khusus mengenai ilmu qiro’at.

“Ini mesti harus ada. Sebab yang selama ini ilmu qiro’at itu disisihkan di dalam ulumul Qur’an,” kata dia.

Bagaimana bisa memperdalam ilmu qiro’at, tambahnya, kalau seandainya hanya sebentar saja dipelajari. Perlu satu mata kuliah sendiri di Indonesia tentang itu. “Harus ada orang-orang yang ada kepedulian tentang hal ini,” pungkasnya.*/ Kiriman Ali Muhtadin

Sumber : Hidayatullah

Komentar

Komentar

Bagikan artikel ini ke : Artikel Yang Mungkin Berkaitan :
Filed in: Quran