6:21 pm - Thursday April 19, 2018

Wakil Rektor III Unhas Resmikan Hasanuddin Qur’an Community

Hidayatullah.comBermula dari diskusi singkat, akhirnya Hasanuddin Qur’an Community (Komunitas Penghafal Al-Qur’an Universitas Hasanuddin) berhasil diluncurkan. Wakil Rektor III Unhas, Ir. Nasaruddin Salam, MT meresmikannya pada Ahad, 9 Rajab 1434 H atau bertepatan dengan 19 Mei 2013 M, bertempat di gedung PKP (Pusat Kajian dan Penelitian) Universitas Hasanuddin dan disaksikan sekitar 170 hadirin.
Dalam sambutannya, anak ke-12 dari 12 bersaudara ini mengemukakan, bahwa dewasa ini banyak perusahaan-perusahaan yang merekrut sarjana-sarjana bukan karena kemampuan akademiknya, tetapi dari integritas dan karakternya. Sebab menurut mereka, nilai akademik yang berhubungan dengan keterampilan memanfaatkan teknologi dapat dengan cepat dipelajari. Seorang sarjana teknik mesin misalnya, cukup dilatih 3 bulan maka ia sudah dapat bekerja dengan baik. Namun untuk membentuk integritas dan karakter waktu 2 tahun tidaklah cukup.
Nasaruddin mengaku punya pengalaman unik sejak kecil terkait al-Qur’an.
“Bapak saya hanya lulus kelas 3 SR (Sekolah Rakyat). Kesehariannya dengan al-Qur’an. Beliau menjadi imam Masjid Raya kab. Bulukumba selama 40 tahun,” tuturnya bersemangat.
“Suatu waktu Bapak saya mengunjungi saya di Makassar. Saat itu saya masih S1 teknik. Beliau mengamati buku-buku saya di rak. Semua referensi berbahasa Inggris, tetapi tiba-tiba Bapak saya berkata, masih ada yang kurang. Saya pun heran. Apakah Bapak saya yang hanya tamat kelas 3 SR bisa membaca buku-buku berbahasa Inggris?” tanyanya retoris.
Wakil Rektor III yang sudah menjabat 2 periode ini melanjutkan, ternyata yang kurang adalah al-Qur’an. Bulan berikutnya sang bapak datang dan membawa al-Qur’an lalu menempatkannya pada posisi paling atas di tumpukan bukunya.
Dalam sambutan ini berkali-kali beliau menekankan pentingnya menghafal al-Qur’an. Di antaranya, agar dapat menjiwai seseorang menjadi lebih baik.
“Jika dalam hati manusia dipenuhi al-Qur’an, maka yang keluar pun al-Qur’an. Sama dengan komputer, jika diisi dengan suatu memori, maka yang keluar pun isi memori itu,” paparnya.

Jalan Menuju Surga
Bukan sekedar peresmian komunitas, launching Hasanuddin Qur’an Community (HQC) dirangkaikan dengan seminar al-Qur’an yang menghadirkan 2 pemateri: Ustadz Syaibani Mujiono dengan materi Al-Qur’an Jalan Menuju Surga dan Ustadz Marli Abdul Hamid, S.P.di (Al-Hafidz.) dengan materi Kemudahan dalam Menghafal al-Qur’an.
Menurut Ustadz Syaibani, pada hari kiamat nanti para penghafal akan menempati posisi di surga sesuai ayat terakhir yang ia hafalkan. Berdasarkan hadist shahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Bacalah sebagaimana kamu telah membacanya di dunia. Sesungguhnya kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang kamu baca.”
Ustadz Marli memberikan tips-tips mudah dalam menghafal al-Qur’an. Antara lain seorang penghafal harus menanamkan kecintaan terhadap al-Qur’an dan aktifitas menghafal. Memulai menghafal dan senantiasa mengulang-ulang hafalan. Dan tentunya menjauhi maksiat.
Sebagaimana Imam Asy-Syafi’i rahimahullah yang mengadukan buruknya hafalan beliau kepada sang guru, Imam Waki’. Maka beliau dinasehati oleh sang Imam untuk meninggalkan maksiat. Sampai-sampai Imam Syafi’i mengabadikan nasehat guru beliau dalam syair:
Kuadukan kepada Waki’ perihal buruknya hafalanku
Maka dia menunjukiku untuk menjauhi maksiat
dan beliau mengabarkan bahwa ilmu itu cahaya
dan cahaya Allah tidak akan diberikan pada orang yang bermaksiat.
Launching HQC dan seminar Al-Qur’an ditutup dengan pemberian hadiah bagi 20 peserta tercepat datang.*/kiriman Wahyudi Husain

Komentar

Komentar

Bagikan artikel ini ke : Artikel Yang Mungkin Berkaitan :
Filed in: Kabar