2:11 pm - Sunday September 20, 2020

10 Tahun untuk Menghafal Al Baqarah

Para penghafal al-Qur`an di kalangan salaf mempelajari al-Qur`an sedikit demi sedikit. Mereka menghafal untuk diamalkan

Setiap Ramadhan Malaikat Jibril ‘Alaihissalam menjadi lebih sibuk. Setiap malam ia mesti turun ke bumi menemani Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam membaca al-Qur`an. Persisnya, Rasulullah membaca sedangkan Jibril menyimak.

Biasanya, selama Ramadhan Rasulullah menghatamkan bacaannya sekali. Tetapi pada tahun 10 Hijriah, dimana beliau wafat, Rasulullah khatam dua kali. Demikian diterangkan Ibnu Hajar dalam kitab Fath Al Bari.
Dari peristiwa tersebut diketahui bahwa metode yang digunakan Rasulullah dalam mempelajari al-Qur`an adalah menyimak. Dan cara itu pula yang beliau tempuh saat mengajarkan al-Qur`an kepada para Sahabat.
Disebutkan dalam kitabThabaqat Al Qura’, para Sahabat yang menyetor bacaan al-Qur`an kepada Rasulullah adalah Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Ubai bin Ka’b, Abdullah bin Mas’ud, Zaid bin Tsabit, Abu Musa Al Asy’ari serta Abu Darda’.

Kemudian kepada para Sahabat di atas, sahabat lain seperti Abu Harairah, Ibnu Abbas, Abdullah bin Saib serta Al Mughirah menyetorkan bacaan al-Qur`an mereka. Demikian seterusnya sehingga membentuk mata rantai yang sampai kepada ulama qira`ah (ulama yang menghafal al-Qur`an dengan berbagai varian bacaanya, serta memiliki sanad periwayatan terhadap al-Qur`an yang mereka pelajari).

Disamping belajar al-Qur`an dengan menyimak, di masa kehidupan para salaf, al-Qur`an diajarkan sedikit-demi sedikit. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah riwayat, Umar bin Al Khaththab menyatakan bahwa mempelajari al-Qur`an dilakukan per lima ayat, seperti Jibril menurunkan al-Qur`an per lima ayat. Abu Musa Al Asya’ri mengajarkan al-Qur`an kepada Yunus bin Abi Raja’ juga lima ayat-lima ayat. Sedangkan Ibnu Mas’ud mengajarkan al-Qur`an hanya satu ayat-satu ayat. (Al Jamal Al Qura`, 1/446)
Belajar untuk Diamalkan

Generasi terdahulu mempelajari al-Qur`an sedikit demi sedikit bukan tanpa tujuan atau karena malas, namun mereka melakukannya agar bisa memahami al- Qur`an secara benar, sekaligus untuk diamalkan. Diriwayatkan bahwa Ustman bin Affan, Ubai bin Ka’b serta Ibnu Mas’ud menyatakan, mereka tidak akan ditambah 10 ayat lainnya oleh Rasulullah, kecuali telah mengamalkan 10 ayat sebelumnya. (Al Jami` li Al Ahkam Al Quran, 1/51)

Karena mempelajari al-Qur`an dengan cara inilah, para Sahabat semisal Ibnu Umar baru bisa menghatamkan surat al- Baqarah selama delapan tahun. Sedangkan Umar bin Al Khaththab untuk menghafal al-Baqarah membutuhkan waktu 10 tahun.

Ada periwayatan yang menyebutkan bahwa Ibnu Mas`ud mengatakan , “Menghafal lafadz-lafadz al-Qur`an adalah hal yang amat susah bagi kami, namun mudah bagi kami mengamalkannya. Dan sesungguhnya siapa yang datang setelah kami, mudah dalam menghafal al-Qur`an namun sulit bagi mereka mengamalnnya.”
Sumber

Bagikan artikel ini ke : Artikel Yang Mungkin Berkaitan :
Filed in: Umum