3:58 pm - Tuesday September 22, 2020

Antisipasi Aliran Sesat, Gubernur Aceh Canangkan Beut Al-Quran Ba’da Maghrib

Antisipasi Aliran Sesat, Gubernur Aceh Canangkan Beut Al-Quran Ba’da Maghrib

 
Kegiatan baca al-Quran sore

 

Hidayatullah.com–Gubernur Aceh dr H Zaini Abdullah menyatakan, pencanangan Program Beut Al-Quran Ba’da Maghrib (BABM) di Kabupaten Aceh Besar diharapkan menjadi media mengantisipasi paham radikal dan aliran sesat di tengah-tengah masyarakat. Sebab, bisa saja, kemunculan aliran sesat selama ini karena adanya kekosongan dakwah serta kekosongan waktu yang dilalui generasi muda secara sia-sia menjelang tidur malam.

“Untuk itu, Program BABM diharapkan menutupi kekosongan tersebut,” harap Gubernur Aceh ketika melakukan pencanangan Program Beut/Membaca Al-Quran Ba’da Maghrib di Kabupaten Aceh Besar di Lapangan Bungong Jeumpa, Kota Jantho, Kamis (08/11/2012).

Pencanangan kegiatan BABM yang digagas duet Bupati Aceh Besar Mukhlis Basyah dan Wabup Syamsulrizal tersebut turut dihadiri unsur Muspida Aceh seperti Wakapolda Aceh Brigjen Pol  Husein Hamidi dan Kasdam Iskandar Muda Brigjen  Iskandar M Sahil, Muspida Aceh Besar, para kepala SKPK Aceh Besar, Camat, Kapolsek, dan Danramil, 604 geusyik, imam meunasah, dan imam mukim se-Aceh Besar, serta tokoh-tokoh masyarakat Aceh Besar.

Menurut Gubernur Aceh, Pencanangan BABM di Aceh Besar sangat penting artinya. Pada satu sisi, sebagai manifestasi dukungan pemerintah dan masyarakat Aceh terhadap gerakan moral Beut/Membaca Al-Quran Selesai Maghrib. Dengan gerakan seperti itu diharapkan terbangun kerjasama yang saling melengkapi antara masyarakat dan pemerintah dalam rangka melahirkan generasi qur’ani di Aceh. Pada bagian lain, katanya, sebagai tindak lanjut dari keprihatinan pemerintah dan rakyat Aceh terhadap nyaris hilangnya kearifan lokal masyarakat yang selama ini diwariskan turun-temurun. Yaitu aktivitas mengaji setelah Maghrib.


Merosotnya budaya mengaji setelah Maghrib harus dibayar mahal dalam bentuk konsekuensi munculnya segelintir generasi muda Aceh yang buta huruf Al-Quran, sebuah kondisi tempo dulu yang sulit ditemui di Aceh.


“Untuk menyukseskan gerakan moral tersebut, kami mengajak seluruh komponen masyarakat Aceh Besar untuk memberikan dukungan maksimal, baik secara kelembagaan, komunitas, keluarga, maupun pribadi.


Agar kegiatan keagamaan seperti itu menjagi gerakan kolegial di Aceh, Gubernur juga meminta kepada seluruh bupati/walikota di Aceh untuk menjadikan program seperti yang dilaksanakan Pemkab Aceh Besar sebagai sebuah inspirasi dalam rangka melakukan pembinaan keagamaan di daerah masing-masing secara baik dan berkualitas.

Untuk itu, diminta kepada Dinas Syariat Islam, Badan Pembinaan Pendidikan Dayah, Kanwil Kementerian Agama, Dinas Pendidikan, serta Biro Keistimewaan dan Kesra agar dalam waktu yang tak terlalu lama segera melakukan koordinasi dan sinkronisasi agar kegiatan yang baik dan strategis ini dapat bergema serta berjalan sukses di seluruh Aceh.

Sementara itu, Bupati Aceh Besar Mukhlis Basyah menjelaskan, pelaksanaan Program BABM akan dilaksanakan di seluruh gampong di wilayah Aceh Besar dimulai sejak selesai shalat Maghrib berjamaah dan berakhir setelah pelaksanaan shalat Isya berjamaah.

Pelaksanaannya dipusatkan di meunasah, balai pengajian, atau tempat lainnya yang ada di gampong. Pesertanya adalah anak usia sekolah dasar dan SMP atau anak usia 6 hingga 15 tahun. Sedangkan pelaksanaan pengawasannya dilakukan oleh tim pengawas yang dibentuk oleh Pemkab Aceh Besar.


Program BABM, jelas Bupati Aceh Besar, bertujuan untuk membebaskan buta membaca dan menulis huruf al-Quran bagi anak usia sekolah dan masyarakat di Aceh Besar.

Di samping itu, meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan membaca dan menulis huruf al-Quran sejak dini, menanamkan kecintaan terhadap al-Quran, meningkatkan pemahaman dan kemampuan membaca dan menulis huruf al-Quran, penghayatan terhadap al-Quran, serta mengetahui dasar-dasar pengetahuan agama Islam untuk selanjutnya diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Untuk itu, kita berharap dukungan positif dari semua komponen masyarakat untuk menyukseskan kegiatan BABM ini,” katanya.*/Hilmi Hasballah, Aceh
Sumber

Bagikan artikel ini ke : Artikel Yang Mungkin Berkaitan :
Filed in: Umum