2:44 pm - Sunday September 20, 2020

Cukup al-Quran sebagai Sumber Rujukan Membangun Peradaban

Keberadaan al-Quran sebagai sumber utama pembangunan peradaban telah terbukti. Oleh karena itu cukuplah al-Quran saja sebagai sumber rujukan untuk membangunkan kembali peradaban. Demikian benang merah   Kajian Akhir Tahun  bertama “Mukjizat Al-Quran dan Peradaban Dunia, Kini dan Esok” yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Wahdah Islamiyah Pekanbaru, Ahad (30/12) di Aula Masjid Alfalah Pekanbaru.
 

Hadir sebagai pembicara pada kajian tersebut Pakar Tafsir Riau Ustadz Dr Musthafa Umar Lc MA dan Ketua Umum DPP Wahdah Islamiyah yang juga Wakil Ketua Komisi Luar Negeri MUI Pusat Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin, Lc. MA.

Ustadz Musthafa mengemukakan Allah menurunkan al-Quran untuk ummat manusia. Karenanya, cukuplah al-quran menjadi sumber untuk mengatur kehidupan yang beradab. Diungkapkanya, aturan dalam al-Quran bersifat abadi karena al-Quran berasal dari Zat yang kekal.

”Kalau undang-undang yang dibuat manusia, pasti akan sering diamandemen,” ujarnya.
Sementara itu Ustadz Zaitun menambahkan mukjizat al-Quran adalah menciptakan peradaban manusia yang hakiki. Dijelaskannya, melalui al-Quran, Rasulullah mampu membangun peradaban di Jazirah Arab hanya dalam waktu singkat yakni 23 tahun dan sekitar 100 tahun Islam berhasil membangun peradaban dunia.

Kajian akhir tahun yang dipandu Ustadz Hendra Ismail SPdI itu dilaksanakan bersamaan dengan pengukuhan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Wahdah Islamiyah Pekanbaru periode 2012-2016 yang dipimpin Ustadz Muhdar Masyhude.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Walikota Pekanbaru Firdaus sT MT, DirBinmas Polda Riau Kombes (Pol) Sugiono, Direktur Ma’had Aly UIN Sultan Syarif Kasim yang diamanahi sebagai penasihat Wahdah Islamiyah Pekanbaru Ustad Dr Dasman, jamaah lintas masjid di Pekanbaru dan jamaah kajian tafsir remaja.

Dalam sambutannya, Wali Kota Pekanbaru mengemukakan pihaknya memiliki visi untuk menjadikan Pekanbaru sebagai kota metropolitan yang madani.

Menurutnya madani sama dengan agamis yakni bagaimana menjadikan warga dapat mempelajari, mencintai dan mengamalkan ajaran agama.

”Karena penduduk Pekanbaru ini 90 persen Islam maka madani adalah islami,” ungkapnya.
Untuk mendukung hal itu, salah satunya Pemko Pekanbaru telah mewajibkan ”Program Mengaji” di sekolah sebelum memulai pelajaran. Program itu berlangsung selama 40 menit.

”20 menit pertama tadaruss, 20 menit berikutnya mempelajari isi tadaruss yang dibaca. Setiap semester juga dilaksanakan khataman al-Quran,” katanya.

Sementara itu DirBinmas Polda Riau Kombes Sugiono menyambut baik kehadiran Wahdah Islamiyah. Apalagi, lanjutnya, pengurusnya adalah anak-anak muda.

”Ini sangat membantu polisi. (Kalau anak muda seperti ini, red) nanti geng motor akan hilang. Kami dari Polda sangat senang jika anak-anak muda menjauhi kemaksiatan,” tambahnya.*/ M. Idris, PKU

Sumber

Bagikan artikel ini ke : Artikel Yang Mungkin Berkaitan :
Filed in: Umum