4:00 pm - Tuesday September 18, 4683

Mahasiswa UMI Hafal Al Quran Diberangkatkan Umrah

Kamis, 17 Mei 2012
Hidayatullah.com–Mahasiswa dari desa binaan UMI yang memiliki kecerdasan intelektual namun tidak memiliki anggaran untuk melanjutkan studi jenjang S1, disiapkan beasiswa dengan tiga kategori; bebas SPP, bebas SPP dan transportasi, serta bebas SPP, transportasi dan akomodasi. Selain itu, khusus kepada mahasiswa UMI yang menghafal al Quran 30 juz, akan dianugerahi umrah sebagai reward kepada hafids tersebut. Hal ini disampaikan Rektor UMI Prof Dr Hj. Masrurah Mokhtar, belum lama ini.
Masrurah mengatakan, UMI sebagai lembaga pendidikan dan dakwah dalam mengantisipasi perkembangan masa depan di dunia pendidikan, senantiasa mengedepankan persoalan kualitas. Hal ini menjadi motor inspirator civitas akademika UMI untuk berkompetisi secara sehat di era globalisasi sehingga dapat menjadi pusat keunggulan.
Kepercayaan masyarakat dan pemerintah terhadap penyelenggaraan pendidikan di UMI makin meningkat. Tahun 1994, UMI diberi izin sebagai perguruan tinggi swasta pertama di kawasan Timur Indonesia.
“Alhamdulillah tahun ini untuk program doktor S3 memperoleh akreditas dari BAN DIKTI, dengan nilai B. Selain itu, UMI yang memiliki alumni kurang lebih 70.000 orang dengan tenaga pendidik yang bergelar doktor terbesar di Kawasan Timur Indonesia, kembali mengukir prestasi dengan memperoleh akreditasi institusi dari Badan Akreditasi Nasional,” jelasnya, dimuat laman Fajar.
Selain itu, tahun ini UMI mendapat kepercayaan untuk membuka program studi kedokteran gigi dan pendidikan bahasa Inggris. Salah satu program keunggulan UMI sebagai lembaga pendidikan dan dakwah, adalah program pencerahan kalbu yang mengintegrasikan kuliah pencerdasan intelektual dengan kuliah pencerdasan spiritual bagi mahasiswa baru UMI yang dilaksanakan di Pesantren Mahasiswa Darul Mukhlisin UMI, yang berlokasi di Desa Padanglampe Kabupaten Pangkep.
Dalam perkembangannya, bukan hanya mahasiswa baru yang dipondokkan di Pesantren Darul Mukhlishin, tetapi pimpinan, dosen, karyawan dan pengurus lembaga kemehasiswaan dalam lingkungan Yayasan Wakaf UMI juga ikut dibina. Pola pembinaan yang dilakukan di pesantren ini , ternyata mendapat respons yang positif dari orang tua mahasiswa UMI, masyarakat dan beberapa instansi pemerintah dan swasta.*
Bagikan artikel ini ke : Artikel Yang Mungkin Berkaitan :
Filed in: Umum